INTEGRAL TAK TENTU
ANTI TURUNAN (anti differensiasi)
Anti differensiasi atau integral tak tentu merupakan operasi invers atau kebalikan dari differensiasi atau turunan. Karena itu, rumus- rumus anti differensiasi (integral) dapat diturunkan dari rumus-rumus differensiasi (turunan).
Definisi 1.1
Funsi F disebut sebagai anti turunan atau anti differensiasi atau integral dari fungsi f pada selang I jika F'(x)=f(x) berlaku unntuk setiap x di I.\
Fungsi F juga biasa disebut integral dari f.
CONTOH:
(1) Jika F(x)=x2-2x+3, maka F′(x)=2x-2.
Jika f adalah fungsi yang didefinisikan sebagai f(x)=2x-2, maka f turunan dari F dan F adalah anti turunan dari f.
(2) Jika G(x)=x2-2x+5, maka G′(x)=2x-2.
Jika g adalah fungsi yang didefinisikan sebagai g(x)=2x-2, maka g turunan dari G dan G adalah anti turunan dari g.
Perhatikan dua fungsi diatas!!!
Dua fungsi yang berbeda pada contoh (1) dan (2). Dimana fungsi F dan G berbeda tetapi menghasilkan diferensial yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa dalam integral tak tentu, fungsi hasil pengintegralan selalu ditambahkan dengan sebuah konstanta yang dituliskan dengan huruf C.
NOTASI ANTI TURUNAN:
Anti turunan dinotasikan sebagai ∫...dx.
Sehingga rumus umum untuk integral tak tentu adalah:
∫f(x)dx=F(x)+C
Dengan C di notasikan sebagai wakil dari konstanta berapa pun nilainya itu seperti pada contoh (1) dan (2).
Sifat-sifat integral tak tentu:
Jika F(x)=12x2 maka F′(x)=f(x)=x
Berarti, ∫xdx=12x2+C
Jika F(x)=13x3 maka F′(x)=f(x)=x2
Berarti, ∫x2dx=13x3+C
Jika F(x)=14x4 maka F′(x)=f(x)=x3
Berarti, ∫x3dx=14x4+C
Dari ilustrasi diatas dapat disimpulkan sifat integral tak tentu (aturan pangkat) jika n adalah sembarang bilangan rasional kecuali -1 maka akan diperoleh:
Teorema 1.1
∫axndx=an+1xn+1+C, untuk n bilangan rasional dan n tidak sama dengan -1
Contoh:
Tentukan anti turunan berikut:
∫2x3dx
Penyelesaian:
Berdasarkan rumus:
∫axndx=an+1xn+1+C
Diperoleh bahwa a=2 dan n=3, sehingga;
∫2x3dx=23+1x3+1+C
=24x4+C
=12x4+C
Teorema 1.2 dan Teorema 1.3
(Kelinearan ∫...dx). andaikan f dan g mempunyai anti turunan dengan k suatu konstanta. maka:
a. ∫kf(x)dx=k∫f(x)dx;
b. ∫[f(x)+g(x)]dx=∫f(x)dx+∫g(x)dx; dan oleh karena itu ∫[f(x)-g(x)]dx=∫f(x)-∫g(x)dx.
Contoh.
1. ∫(3x2+4x)
Penyelesaian:
∫(3x2+4x)dx=∫3x2dx+∫4xdx
=3∫x2dx+4∫xdx
= 3(x33+C1)+4(x22+C2)
=x3+2x2+(3C1+4C2)
=x3+2x2+C
2. ∫(u32-3u+14)du
Penyelesaian:
∫(u32-3u+14)du=∫u32du-3∫udu+14∫1du
=25u52-32u2+14u+C
3. ∫(1t2+√t)dt
Penyelesaian:
∫(1t2+√t)dt=∫(t-2+t12)dt
=∫t-2dt+∫t12dt
=t-1-1+t3232+C
=-1t+23t32+C
Teorema 1.4
(Aturan pangkat yang dirampatkan). andaikan g suatu fungsi yang dapat didiferensialkan dan r suatu bilangan rasional yang bukan -1. Maka,
∫[g(x)]′g′(x)dx=[g(x)]r+1r+1+C
Contoh:
∫(x4+3x)30(4x3+3)dx
Penyelesaian:
g(x)=x4+3x; maka g′(x)=4x3+3.
∫(x4+3x)30(4x3+3)dx=∫[g(x)]30g′(x)dx
=[g(x)]3131+C
=(x4+3x)3131+C
0 komentar:
Posting Komentar